CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »
Custom Search

ImTranslator

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pusat Lagu Indonesia MP3 download

FREE INDONESIA MUSIC

Download gratis mp3 untuk lagu top hit di Indonesia yang terbaru. Maaf, susunan lagu mp3 nya masih belum teratur. KALO ADA BROKEN LINK ATO DAH NGGAK BISA DI DOWNLOAD BISA LAPOR KE CHAT BOXKesulitan Download? baca panduannyadisini

  • Aku Jatuh Cinta by Roulette Download
  • Yolanda by Kangen Band Download
  • Doy by Kangen Band Download
  • Jatuh Cinta Lagi by Mulan Jameela Download
  • Hujan by Nufa Download
  • Kesempatan Kedua by Tangga Download
  • I love u bibeh by The Changcuters Download
  • Mari Bercinta by Aura Kasih Download
  • Tentang Kamu by Bunga Citra Lestari Download
  • Takkan Ada by Lyla Download
  • Kepayang by Andra and The Backbone Download Reuploaded
  • Terbaik dan Terindah by Peterpan Download NEW
  • Selamat tinggal masa lalu by Andra and The BackBone Download
  • Kau yang bisa by Maliq n D'Essenstials Download
  • Bersamamu (OST. Rahasia Lelaki) by Putih Download
DISCLAIMER This situs does not save files mp3 on this server. We just show the links which are going to the other links. We are not responsible for the mp3 files which you have downloaded. if you the love music very much, please buy the original CD in the stores. ALL THE MP3 PROVIDED IN THIS BLOG IS JUST FOR PREVIEW PURPOSES.

Personal Playlist

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 03 Mei 2008

KENAPA HARUS MENIKAH….?

Menikah, adalah suatu hal yang dinanti-nanti. Keindahannya tak bisa dibayangkan kecuali bagi yang sudah mengalaminya. Dengan menikah, pikiran, dan hati menjadi tenang, tentram tak terkira. Pandangan jadi lebih bisa terjaga. Lebih dari itu, menikah adalah fitrah setiap anak Adam. Dengan menikah, seseorang bisa semakin lebih dewasa dalam berfikir, berprilaku bahkan dalam mengambil dan memutuskan sebuah pilihan.

Ada beberapa hal yang bisa dihayati mengapa seseorang itu harus menikah. Di antaranya; pertama, menikah berarti melengkapi agamanya. “Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” (HR. Thabrani dan Hakim).

Kedua, menikah bisa menjaga kehormatan diri. “Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

Ketiga, bersenda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia melainkan suatu amal mulia yang dianjurkan. “Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 245; Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 309)..

Keempat, bersetubuh dengan istri termasuk sedekah. Suatu ketika para shahabat Nabi SAW berkata, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka bisa shalat sebagaimana kami shalat; mereka bisa berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.”

Beliau bersabda, “Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih, takbir, tahlil dan tahmid terdapat sedekah; memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah; mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian bersetubuh dengan istri pun sedekah.”

Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?”

Beliau menjawab, “Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwatnya itu di salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?”

Mereka menjawab, “Ya, tentu.”

Beliau bersabda, “Demikian pula bila dia menyalurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala. (Beliau kemudian menyebutkan beberapa hal lagi yang beliau padankan masing-masingnya dengan sebuah sedekah.

Lalu beliau bersabda, “Semua itu bisa digantikan cukup dengan shalat Dhuha dua rakaat.” (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 125). Wallahua’lam

Semoga bermanfaat ya bagi ikhwan dan akhwat yang sedang dalam masa mencari belahan jiwa.

ANTARA“CINTA” YANG ROMANTIS DAN SEJATI

Cinta romantis dapat dijabarkan sebagai sesuatu yang imajinatif dan tidak praktis, misterius, dan fiktif. Cinta romantis merangsang eksitasi petualangan emosional, pemenuhan idealisme dan sering dilandasi keterikatan emosional yang bisa berlanjut sepanjang hidup atau hanya berlangsung dalam waktu singkat.

Cinta romantis diterima secara sosial, walaupun sering terasa tidak lebih dari sebagai suatu delusi dan keadaan tergila-gila. Padahal, cinta romantis hanya sekadar merupakan "tipuan", karena ditandai sesuatu yang menjanjikan lebih daripada apa yang sebenarnya bisa diberikan.

Umumnya orang cenderung memberikan reaksi terhadap situasi tersebut dengan dua cara yaitu: (a) penghayatan perasaan atau emosi secara menyeluruh. Penghayatan perasaan tersebut didominasi oleh "bagaimana saya merasakan tentang dirimu" sebagai suatu reaksi antara satu orang dengan orang lain. (b) Pelibatan aspek emosi lebih merupakan reaksi emosi primer yang terkait dengan "bagaimana sa-ya merasa tentang diriku".

Jadi, intensitas penghayatan perasaan dihubungkan dengan seseorang yang ada di luar dirinya yang mampu menghin-darkan orang tersebut dari perasaan kekosongan yang ada dalam dirinya sendiri. Dapat disimpulkan, fokus cinta romantis ada pada diri orang lain, dalam hal ini pasangannya.

Cinta romantis terdiri dari elemen emosional kuat yang berasal dari fusi antara satu orang dengan orang lain, sehingga hanya sedikit makna yang menyertakan kapan perasaan itu mulai berkembang dan kapan perasaan itu berakhir karena tidak adanya ruang atau jarak serta waktu antara diri sendiri dengan orang yang dicintainya.

Rasa sakit/terluka pada salah seorang pasangan merupakan rasa sakit/terluka pada diri sendiri. Setiap hal dinilai dan dimaknakan personal, misalnya "apabila kamu pergi ke bioskop sendiri, maka itu berarti kamu meninggalkan diri saya". Jadi, dalam hal ini terbentuk perasaan kebersamaan dan saling memiliki satu sama lain secara sempurna antara dua orang yang terlibat cinta romantis.

Di balik perasaan romantis itu terkandung fusi dari ketakutan akan kesepian dan kegagalan dalam penerimaan diri seseorang. Makin rendah rasa percaya diri seseorang, semakin tinggi harapan orang itu agar orang lain sama seperti dirinya. Semakin tinggi pula upayanya mencoba dan ber-harap mendapatkan pemuasan kebutuhan akan keyakinan diri agar dapat dibangkitkan keyakinan diri orang yang dicintainya. Kondisi cinta romantis betul-betul merupakan harapan yang tidak realistis.

Harapan ada pada pasangan yang menjalin cinta kasih romantis justru cenderung mendapatkan kekecewaan yang lebih besar di kemudian hari. Erich Fromm (1956) berpendapat, cinta romantis merupakan bukti dari kondisi rasa kesepian yang sangat mendalam. Segera setelah penerimaan cinta romantis menurun atau bahkan hilang, maka pola dasar proses berpikir, perasaan, dan perilaku realistis akan muncul kembali.

Biasanya topik rasa tanggung jawab yang mengikuti ikatan kasih yang realistis menjadi berbaur dengan kondisi saling menyalahkan pada dua orang yang sebelumnya terlibat cinta romantis. Kondisi itu diikuti dengan runtuhnya harapan awal yang tidak realistis, untuk kemudian menghadapi kenyataan yang ditandai argumen, ketidaksepakatan terhadap rasa tanggung jawab masing-masing pasangan, peningkatan rasa marah yang akumulatif, dan perlahan tetapi pasti kedua belah pihak akhirnya akan merasa terluka. Kenyataan lanjut yang dihadapi pasangan adalah interrelasi mereka akhirnya menjadi kabur dan tidak jelas bagi kedua belah pihak.

Transisi dari cinta romantis ke cinta sejati
Cinta romantisme merupakan bagian dari masa muda yang penuh gairah. Serentak setelah kedua pasangan tumbuh dan bertambah usia, maka iklim emosional dalam diri kedua pasangan akan ditandai oleh apa yang mereka inginkan, apa yang mereka harapkan, hasrat apa yang ada pada diri mereka, serta bagaimana mereka menghayati diri mereka secara emosional.

Afeksi yang lembut dan kesetiaan menjadi aspek dari cinta yang penuh kesabaran, yang secara simultan, dengan disertai atau tidak disertai nilai-nilai romantisme. Serentak setelah cinta romantis sirna, maka cinta romantis akan digantikan dengan upaya-upaya untuk menyimpannya dengan cara "saya dapat merasakan bahwa saat ini saya harus menempatkan permasalahan-permasalahan yang harus diatasi dalam hubungan saya dengan pasangan saya".

Dalam pada itu pasangan akan berupaya membantu istri/suaminya untuk bang-kit dari perasaan terpuruk atau pasangan ikut merasakan keterpurukan suami/istrinya. Dengan cara tersebut maka terjadi proses peningkatan pengaruh kendali secara obyektif. Maka berkembanglah rasa cinta sejati yang merupakan upaya salah satu pasangan untuk tetap memberikan pengaruh pada suami/istrinya, baik dalam imajinasi, keingintahuan satu sama lain, serta kecenderungan satu sama lain.

Dengan demikian maka relasi yang terjalin antarkedua pasangan akan terbentuk berdasar pada pola-pola kesabaran kedua belah pihak dan rasa toleransi diantara kedua belah pihak yang semakin hari semakin kuat. Masa transisi dari fase cinta romantis ke cinta sejati merupakan masa tersulit bagi kedua pasangan.

Cinta sejati
Untuk beberapa pasangan, matinya cinta romantis identik dengan hilangnya cinta kasih secara menyeluruh. Jadi, apabila kedua pasangan mampu mengatasi kesulitan dalam masa transisi, maka mereka akan mampu menjaga relasi yang ditandai cinta kasih sejati.

Cinta sejati menyertakan rasa hormat di antara pasangan, kadar toleransi antarpasangan yang juga cukup bagi penerimaan kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan, dan libatan afeksi yang bukan merupakan manifestasi rasa kesepian yang mendalam pada diri kedua pasangan. Cinta tidak lagi merupakan eksistensi dari entitas yang diskrit, namun merupakan atribut keikatan emosional yang direpresentasikan dalam bentuk khusus keikatan emosi yang sempurna.

Ikatan emosional ini pun bukan merupakan benda konkret, namun lebih bersifat sikap yang mengandung unsur kualitas. Cinta sejati lebih merupakan emosi dan bukan perasaan. Cinta hakiki juga bukan terpusat dalam diri salah satu pasangan (self-centered) atau terpusat pada pasangan (other-focused), namun terdiri dari penghargaan yang amat sangat terhadap nilai diri dalam memberi.

Cinta sejati tidak berarti menyerahkan diri sepenuhnya dan bukan merupakan martir atau alat mengabdi kepada orang lain. Juga tidak berarti merupakan latar untuk menyenangkan orang lain, dalam hal ini menyenangkan suami/istri, namun cinta sejati datang dari penerimaan tulus serta penghargaan untuk pasangan sesuai cara yang dimiliki pasangannya.

Jadi, tidak juga sebagai self love. Pasangan harus mengembangkan sikap dan filosofi bahwa segala hal tidak ada artinya namun yang paling berarti adalah keikatan emosional di antara mereka. Seni dari cinta sejati menginginkan disiplin, konsentrasi, kesabaran, yang juga menuntut kerendahan hati, keberanian, kesetiaan dengan berbagai alasan.

Cinta sejati akan menjadi aktivitas tidak melelahkan dan tidak berakhir (Erich Fromm, 1956). Ia merupakan awal sirnanya cinta romantis yang kabur, di mana seseorang merasa kosong, sendirian, tidak berpengharapan, dan merasa tak mampu.

Seseorang yang menghendaki cinta sejati secara bertahap harus belajar bangkit dari perasaan di atas sampai mereka belajar dan mengalami kebijaksanaan sikap terhadap kehidupan dalam diri dan siap berada pada masa cinta sejati, karena cinta sejati memang tidak mungkin berkembang tanpa pengalaman kekosongan yang menjadi salah satu aspek cinta romantis.

Untuk itu mau tidak mau kedua pasangan perkawinan harus membuat definisi ulang tentang cinta yang terkait dengan relasi dengan menghargai aspek ruang dan waktu, baik bagi diri maupun bagi pasangannya, berupa kedekatan tanpa fusi, kebersamaan tanpa upaya berada di dalam kulit orang lain. Cinta romantis lebih dilandasi fusi dan ketidakrespekan masing-masing pasangan sebagai diri sendiri.

Mansur afandy

Tekat yang Bulat Tuk Menikah

Anda Ragu Menikah?

Menikah memang butuh nyali yang besar. Berapa banyak pemuda dan pemudi yang sudah kepingin menikah, namun nyalinya belum terinstall secara gagah? Keraguan selalu membelit jiwanya. Dari waktu ke waktu, jerat-jerat keraguan itu tak makin terurai, namun malah makin membelenggu secara kuat. Hati pun selalu gelisah meratapi kekerdilan jiwanya yang selalu tak berani untuk segera menikah. Padahal, janji keberkahan dan ketenteraman hidup disediakan oleh Alloh Ta’ala bagi siapa saja yang ingin menyegerakan menikah untuk menjaga kehormatan dirinya.

Menikahlah Sekarang Juga!

Buku ini berisi motivasi ‘dosis tinggi’ untuk segera menikah. Berbagai persiapan dan pernak-pernik menuju pernikahan yag barokah dibahas secara rinci dalam buku ini. Secara implisit, buku ini ingin meyakinkan Anda bahwa menikah itu mudah, maka menikahlah sekarang juga!

Rahasia keluarga Romantis

Hadirkan kembali kehangatan romantisme rumah anda, agar ia tampil seindah surga.

Disadari atau tidak kehangatan cinta romantisme dalam rumah tangga membutuhkan perawatan ekstra, dari kedua pasangan, baik suami atau istri. Mereka harus menemukan variasi bagaimana cara mempertahankan kehangatan dan romantisme rumah tangga.

Itulah rumah-rumah yang sedang bersemi di dalamnya pohon-pohon cinta. Daun-daunnya menghijau segar. Membuat semua yang berteduh di bawahnya terasa hangat dan nyaman. Ranting-rantingnya memanjang dan bercabang-cabang. Seakan ia senantiasa menikmati hidup riang gembira.

Di dalam rumah itu tidak pernah kehabisan tabungan cinta. Ada selalu cara untuk mengekspresikan cinta. Bahkan menambah kedalaman artinya. Pasangan itu mampu menciptakan samudera cinta yang luas tanpa batas.

Di sisi lain ada banyak kebun-kebun cinta yang kering-kerontang. Daun pohon itu berguguran. Rantingnya patah berserakan. Ia tidak bisa dijadikan tempat berteduh siapapun, termasuk pemiliknya. Kehangatan di dalamnya telah sirna. Yang tersisa tinggal panas menyengat.

Dan Anda akan temukan sejuta rahasia dalam buku ini…..

9 Trik Agar Tetap Setia

Tak mudah memang setia terhadap pasangan. Banyak yang harus dilakukan agar Anda berdua bisa tetap bahagia menjalani hubungan dengan dasar kesetiaan. Apa saja?

1. TANPA PAMRIH
Hal yang perlu Anda sadari dalam mencintai pasangan adalah “memberi dengan tulus.” Cinta adalah ketulusan hati. Untuk itu, tidak selayaknya menyelipkan pamrih demi keuntungan atau kesenangan sendiri. Misalnya, jangan berharap dengan mencintai pasangan, Anda lantas senantiasa harus diperhatikan. Atau, dengan mencintai pasangan, Anda berharap pasangan tidak berbuat kesalahan. Semua itu hanya akan menyakitkan diri Anda.

Ingat, mencintai berarti Anda “hanya” memberi, jadi jangan mengharapkan kembalian. Imbal balik dari pasangan akan datang dengan sendirinya bila Anda tulus mencintainya. Tidak perlu Anda berharap-harap, bukan? Dari rasa tanpa pamrih inilah, Anda akan mampu menjaga hati untuk tetap setia pada cinta Anda. Dari sinilah, Anda akan sanggup membahagiakan pasangan.

2. JANGAN BANYAK MENUNTUT
Jangan cemari hati dan cinta dengan begitu banyak tuntutan. Bahkan, sebaliknya, Anda harus belajar untuk selalu memberi yang terbaik kepada orang lain, termasuk kepada pasangan, melalui cinta Anda. Hanya dengan cinta yang benar, semua itu dapat Anda wujudkan. Sikap seperti ini akan membuat Anda tetap setia kepada cinta Anda, yang tentu berbuah positif dalam hubungan dengan pasangan.

Terlalu banyak menuntut hanya akan berujung pada kepentingan pribadi, sehingga tidak akan mampu menambahkan kedewasaan hubungan. Bahkan, sangat mungkin malah menghancurkan jalinan kasih Anda. Bukankah bila hal ini terjadi, kesetiaan Anda pun akan luntur? Jadi, jangan banyak “menuntut” agar Anda tetap selalu setia kepada cinta dan hubungan Anda berdua.

3. JANGAN TAKUT DIKECEWAKAN
Mungkin ini sangat sulit Anda lakukan. Biasanya, setiap orang selalu menghindari rasa kecewa, dan selalu ingin senang terus. Tidak ada ruang dalam hatinya untuk rasa kecewa atau duka cita. Padahal, kehidupan memiliki banyak sisi yang harus dihayati.

Untuk itu, agar Anda tetap setia kepada cinta Anda, jangan takut dikecewakan! Tidak selamanya pertumbuhan pribadi berasal dari kesuksesan atau kebahagiaan. Adakalanya, Anda harus merasakan kekecewaan akibat hubungan dengan orang lain, termasuk pasangan Anda. Sangat mungkin ada salah paham, cekcok, atau pertengkaran kecil yang tentu akan membuat hati Anda terluka. Namun, jangan takut. Anda dapat mendewasakan diri dari “luka-luka kecil” seperti ini.

Bila Anda sudah mampu menghadapi situasi sulit ini, Anda tetap akan setia terhadap cinta Anda. Cintalah yang akan menghibur Anda dari goresan luka. Cintalah yang akan menyemangati hidup Anda untuk bangkit dari kekecewaan. Jadi, jangan buramkan cinta bila Anda sedang kecewa. Kesetiaan terhadap cinta inilah yang akan terus menguatkan hubungan kasih Anda dengan pasangan.

4. JADILAH PENGHIBUR YANG BAIK
Tempatnya cinta adalah hati. Bila hati sedang terluka, seseorang memerlukan penghiburan. Begitu pula bila hati pasangan Anda sedang berduka, hiburlah dia. Cinta Andalah yang akan menggerakkan diri Anda untuk memberi penghiburan dan penguatan bagi pasangan.

Semua itu dapat Anda lakukan bila Anda memiliki cinta yang bermahkotakan kesetiaan. Anda tidak akan pernah dapat menjadi penghibur yang baik bila cinta Anda tidak Anda bekali untuk “setia di saat duka sedang berkuasa.” Jadi, belajarlah menjadi penghibur yang baik bagi pasangan. Mulailah dari mencintai diri dengan benar dan selalu setialah terhadap cinta Anda. Yakinlah, hubungan kasih bersama pasangan akan semakin mesra dengan suasana penuh penghiburan ini.

5. PAHAMI SEPENUH HATI
Manusia tidak selalu berada dalam situasi yang mudah. Seringkali, pasangan berada dalam situasi sulit dan mungkin Anda pun kesulitan untuk memahaminya. Mungkin ia sedang frustrasi, putus asa, atau gagal. Nah, Anda harus bisa memahami hati pasangan yang sedang terpuruk ini. Pahami dia dengan sepenuh hati, jangan malah terpancing memperburuk suasana batinnya. Misalnya Anda mengomeli kenapa dia bisa gagal, atau menyalahkannya.

Hindari sikap seperti ini. Hanya dengan tetap setia kepada cinta Anda, Anda akan mampu menerima dan memahami suasana hati pasangan. Dengan kesetiaan pula, Anda menginspirasi pasangan untuk sesegera mungkin bangkit dari frustrasinya. Semua itu hanya dapat Anda lakukan dengan cinta, bukan? Jangan sedetik pun meninggalkan cinta Anda dan tetap setialah di dalamnya. Dengan begitu, pasangan akan lebih mencintai Anda karena Andalah yang bisa menjadi penyejuk di saat suasana buruk terjadi.

6. SYUKURI APA YANG TERJADI
Jangan mengeluh dan mengumpat bila Anda sedang gagal, berduka, ataupun kecewa. Ucapkan syukur atas karunia hari-hari Anda yang penuh warna pengalaman hidup. Ucapkan syukur karena semua peristiwa membawa Anda bertumbuh dalam kedewasaan.

Dengan sikap ini, Anda akan dapat tetap setia dalam cinta Anda. Kekalutan hidup tidak akan membuat jiwa Anda kerdil. Bahkan sebaliknya, Anda akan semakin tangguh menghadapi apa pun yang terjadi. Jadi, tetap setialah kepada cinta Anda dengan mensyukuri semua pengalaman hidup Anda. Dari sinilah hubungan kasih dengan pasangan akan semakin kokoh.

7. MANDIRI DALAM PIKIR DAN TINDAKAN
Kemandirian bukan berarti harus memikirkan diri sendiri tanpa memerhatikan orang lain, terutama pasangan hidup. Kemandirian dalam berpikir dan bertindak berarti mengedepankan rasa percaya diri dalam menghadapi setiap peristiwa yang terjadi. Dengan demikian, tak perlu menunggu pasangan bertindak ketika Anda harus menentukan sikap terhadap suatu momen penting.

Kemandirian akan membuat Anda dapat tetap setia terhadap pasangan dan diri Anda sendiri. Anda akan semakin yakin bahwa cinta Anda membawa kekuatan diri yang berujung pada sikap positif dalam memandang cinta dan jalinan kasih Anda. Untuk itu, berusahalah untuk mandiri dalam pikir dan tindakan, agar kesetiaan terhadap cinta terus pula berkembang. Hubungan kasih pun akan semakin kuat dan mandiri.

8. TEGUH DALAM HARAPAN
Cinta tanpa pengharapan tentu akan sia-sia. Hidup tak akan pernah bergerak ke depan tanpa pengharapan. Seakan tidak memiliki fokus ke arah yang lebih baik lagi. Anda juga tidak akan dapat menambahkan sedikit demi sedikit makna cinta dalam hidup Anda. Untuk itu, milikilah harapan dan berusahalah untuk selalu untuk mewujudkannya.

Dengan demikian, Anda akan tetap setia kepada cinta Anda; karena harapan Andalah yang mendorongnya. Tanpa setia dalam cinta, Anda tidak akan bergairah dalam mewujudkan harapan-harapan Anda, terutama harapan agar hidup penuh kasih dan sayang dengan pasangan. Jadi, selalu perteguh harapan akan hidup lebih baik dalam cinta dan kehidupan Anda berdua.

9. PADUKAN KATA DAN PERBUATAN
Cinta sebaiknya tak hanya disimpan di bibir semata. Juga, jangan hanya diungkapkan dengan untaian kata yang indah. Padukan kata dan perbuatan, sehingga makna cinta Anda dapat Anda rasakan bersama pasangan. Paduan ini akan menjadi bukti bahwa Anda tetap setia terhadap cinta Anda. Kesetiaan ini membuat hubungan kasih bersama pasangan selalu berada dalam kejujuran dan kepercayaan.

Ini karena Anda selalu setia dan konsisten terhadap ucapan dan perbuatan Anda. Dengan demikian, Anda berdua akan benar-benar menikmati kesetiaan dengan sepenuh hati. Tidak ada kekhawatiran akan terjadi kebohongan

Tips Menaklukan Calon Mertua

1. Kenalan
Be gentle, aga sopan2 dikit, okelah kita tau orang tuanya jagal ayam, tapi elu ga perlu bawa golok juga kan. tunjukin kalo elu sepadan buat anaknya. buat nyokapnya comfy sama elu, becanda2 dikit boleh, santai ga usah takut dan tunjukin kalo elo baik2 walo elu barusan dikejar kejar hansip gara2 godain bencong. cari waktu yg tepat ya buat kenalan, jangan malem jum’at dan malem senin (heheheh bagi yg tau alesannya ). kalo bisa ketemuan langsung. jadi kesan akan lebih mendalam. jangan lewat telfon atawa titip salam lewat radio (norak gitu loh).

2. Ngobrol-ngobrol
Ngobrol masalah anaknya (jangan masalah pembantunya), ngobrol masalah kerjaan juga boleh, ga usah terlalu over, asal jangan sampe keliatan elu sok tau ajah, gimanapun juga mereka lebih tua dan lebih banyak pengalaman dari kita. selipin bencada2, jangan yg jorse ya, terus ngobrol yang nyambung, jangan elu ngomong masalah boysband camer ngomongin masalah jembatan rusak.

3. Kalo Pas Apel Atau Bertandang
Pas bertandang bawain oleh2, bisa berupa paku payung atawa tempe goreng, cari tau lah sukaan camer apaan, kalo doi sukanya es cendol jangan dibawain asinan, kalo sukaanya sate jangan dibawain lontong sayur (pengalaman pribadi). kalo dibilang buat nyuap ngga juga sih, maksut dari bawa2 gini mungkin biar suasana ga kaku ajah, jgn maksain, kalo misalkan bokapnya seneng cerutu kuba elu maksa2 beli cerutu bikinan bang budi samping masjid.

4. Kalo Calon Mertua Tanya-tanya Kita
ya dijawab lah, cuman ginih, kalo mereka nanyain keluarga atawa tentang kita. jangan dianggep ringan, karena biasanya ini mempengaruhi cara pandang mereka selanjutnya. misalkan nih bapak kita tukang kayu, terus kita ditanya “orang tuanya kerja dimana dek ?” ” anuh pak mereka bergerak dibidang perkayuan” huekekkeke ya ga perlu gituw lah, akal2in ajah. sebaiknya sih jujur, karena gimanapun juga ntarnya dia akan tau.

5. Datang Kalo Ada Acara Keluarganya
ini bisa jadi senjata buat kamu, jadih nyokapnya tau kalo kamu bener2 serius sama dia, walo acaranya cuman nyunatin kakeknya ga masalah, datengin ajah, dan kalo bisa kompakan ama yayang biar keliatan mesra, biar orang tuanya tau kalo doi bahagia ma kita. dan usaha juga buat bikin hidup yayang lebih positif oke. hehehhe. buat mereka punya kesan akan kita, kalo bisa sih yang keren. biar jenjang selanjutnya lebih mulus (duile jenjang gituw loh) apaan sih. hemmm misalkan camer terkesan akan senyum elu yg manis, atawa keinget akan sikap elu yg pinter ngobs2, jangan kesannya nih anak kumel kucel dan bau naga lagi (hampir menjadi pengalaman pribadi).

KLO DAH KENALAN MASIH JGA GAK DISETUJUI AMA CALON MERTUA?

1. Cari Tahu Dulu
kenapa camer ga setuju ama kita, karena pantat kita tepos kek, karena kita suka ngemut jempol kaki kek, kalo udah tau. fix it. kecuali ituw berhubungan dengan hal2 yg emang ga bisa lo rubah, ya coba jelasin kemereka, misalnya elu suka masukin obeng ke telinga gitu.

2. Deketin Saudaranya
pembokatnya apaan kek yg berhubungan sama camer, sapah tau sodaranya lebih bisa diboongin ama elu huehuehu, ajakin jalan2 rame2, baek2kin, jangan dicela cela hihihihi.

Mencari Jawaban...

Seumur hidup..baru kemaren gw marah n benci bgt ma orang...kenapa sih orang2 ga bisa hargain gw...mang gw yg salah juga...kenapa selalu keras hati...ajna...mengirimkan pesan...jawaban didepan mata..tapi masih aja gw keras hati...segala sesuatu yang telah digariskan tak akan pernah bisa dirubah...kemanapun kita mencari jalan...jika telah ditetapkan apa yang akan kau lakukan???
Sedikit demi sedikit mencari lagi prinsip yg dulu dipegang...dan jawaban itu datang satu persatu...segala yg telah diberikan oleh Allah..akan kembali lagi kepada Allah...segala rasa sayang..titipan...semua...jika sudah waktunya..sekeras apapun kita mencoba..jika telah ditetapkan...akan kembali lagi kepada Allah...
Innalillahi wa innaillaihi Rajiun...Semua yg berasal dari Allah..akan kembali kepada Allah...cinta...rasa sayang...seseorang yg dicintai..semuanya termasuk juga..orang2 yg pernah hadir di hidup gw...semua datang dan titipan dari Allah...jika sudah ditetapkan mereka harus hilang dari kehidupan gw...semoga gw bisa ikhlas...sabar..mengambil pelajaran...
Hari2 terberat dalam hidup gw...jiwa ini sedang diuji..sifat terburuk dalam diri gw..semua harus didapatkan...tapi ternyata sekeras apapun kita mencoba...jika sudah ditetapkan...apa yg harus dilakukan??
Hidup ini seperti mimpi...semua datang dan pergi...ternyata ketakutan terbesar gw adalah...gw takut sendirian...
Jangan pernah kau biarkan hamba mencintai dunia dan isinya lebih dari hamba mencintai Mu...berharap kepada makhluk dan benda hanya akan membawa kecewa...
Beri hamba kekuatan..kesabaran..keikhlasan...keikhlasan...begitu sering hamba mengecewakan Mu...melupakan Mu...mengkhianati Mu...mengkhianati Mu...hati ini telah lelah...light..that light like an astral...take me there...don't ever leave me alone...